Di lingkungan kampus HTC MADIUN, dia biasa dipanggil dengan sebutan, Rahel. Lulusan SMA 2 Mejayan Madiun yang kini menjadi Staff Reservasi di Hotel Mercure Madiun. Rahel bukanlah seseorang yang asing dengan dunia kerja. Sebelum bergabung dengan HTC MADIUN, ia sudah lebih dulu merasakan dinamika dan rutinitas dalam dunia kerja.

Menurut pengakuannya, sebelum bergabung ke HTC MADIUN, dia pernah bekerja di sebuah toko kosmetik bahkan juga pernah bekerja di perusahaan sekelas GWI (Global Way Indonesia). Itu loh, pabrik yang memproduksi bola kaki di daerah Pilangkenceng untuk pertandingan sepak bola tingkat internasional, bahkan juga digunakan dalam ajang piala dunia.
BACA JUGA : ALUMNI HTC MADIUN ASAL NGANJUK INI YANG PUNYA CARA UNIK MASUK KERJA PERHOTELAN!
Pengalaman tersebut itu membentuk Rahel sebagai gadis tangguh yang disiplin dan bertanggung jawab. Tapi di balik semua itu, dirinya masih menyimpan satu keinginan besar untuk memiliki masa depan yang lebih jelas dan karier jangka panjang yang bisa ia kembangkan. Berangkat dari keinginan itulah, Rahel memutuskan untuk bergabung dengan HTC MADIUN.
SELAMA ADA KEMAUAN, PASTI ADA JALAN
Satu hal yang paling membuat Rahel minder adalah bahasa Inggris. Dia sadar, bahwa kemampuan ini sangat penting, apalagi dunia kerja perhotelan membuka kesempatan bagi semua orang untuk bisa memiliki karir sampai ke level internasional. Motivasi itu berbenturan dengan kondisi dirinya yang masih belum bisa berbahasa inggris. Ingin kursus di luar, namun terkendala biaya.

Meskipun Rahel tidak seberuntung teman-teman sebaya yang bisa mendapatkan fasilitas kursus tamabahan bahasa inggris, Rahel tidak menyerah. Dia memutar otak, menggunakan kreatifitas dan mencari cara agar dia bisa memaksimalkan hasil, selama dia berada dalam lingkungan kampus HTC MADIUN. Selalu ada jalan buat orang yang mau berusaha. Hanya itu yang menjadi keyakinan dan penyemangatnya.
IF YOU CANNOT FIND THE WAY, CREATE A NEW ONE
Yang membuat Rahel berbeda bukan hanya dari semangat belajarnya, tapi juga inisiatifnya. Saat banyak siswa datang, mengikuti kelas, selesai lalu pulang. Rahel justru lebih aktif membangun komunikasi dengan para staff dan pengajar di HTC MADIUN. Dia sering meluangkan waktu untuk berdiskusi, menanyakan segala sesuatu tentang dunia kerja perhotelan atau hanya sekedar duduk mendengarkan pengalaman-pengalaman para pengajar dan seniornya

Termasuk dalam hal bahasa inggris. Jika kebanyakan siswa malu untuk membiasakan diri berbahasa inggris, Rahel malah melakukan yang sebaliknya! Dari situ, kemampuannya semakin terasah, wawasannya semakin terbuka lebar. Dia memahami kebutuhan karakter dalam dunia kerja perhotelan, etika profesional yang diperlukan dan berbagai situasi nyata yang mungkin akan ia temui nantinya. Dia juga semakin terbiasa untuk berkomunikasi menggunakan bahasa inggris. Sikap inilah yang akhirnya membuat Rahel dikenal sebagai siswa yang open-minded, serius, berkomitmen, tekun dan memahami nilai sebuah personal values.
Kerja keras dan perjuangan Rahel terbayar indah dengan meraih posisi kerja di Hotel Mercure Madiun. Sebuah pencapaian yang layak untuk dibanggakan, tidak hanya bagi Rahel, namun juga orangtua, keluarga dan juga seluruh civitas akademika di HTC MADIUN. Dari Rahel kita bisa mengambil pelajaran bahwa keberhasilan bukan hanya faktor keberuntungan atau nasib semata. Melainkan ada formula yang harus kita lakukan sebagai langkah mempersiapkan diri sebelum peluang itu muncul.
AWARENESS
Perjalanan Rahel seakan mengajarkan kita semua bahwa perubahan besar sering lahir dari langkah kecil yang berani. Bukan dari seseorang yang sudah paling hebat, bukan pula dari yang paling percaya diri. Tapi dari seseorang yang mau mencoba, mau belajar, tidak mudah berputus-asa dan mau membuka diri pada setiap kesempatan yang ada.

Sebagai manusia biasa, tentu Rahel pernah merasa minder. Ia juga pernah merasa ragu. Ia pun pernah merasa bahwa dirinya tidak cukup layak. Namun ia memilih untuk tetap melangkah. Ia berani masuk ke lingkungan baru. Ia berani bertanya. Ia berani memperbaiki dan meningkatkan kemampuan Hard Skill & Soft Skill dalam dirinya, sedikit demi sedikit.

Cerita Rahel bukan tentang nasib. Ini adalah cerita tentang keberanian untuk memulai. Mulailah dari apa yang bisa kita lakukan hari ini. Belajarlah sesuatu yang baru, membuka percakapan dengan orang berpengalaman atau sekadar percaya bahwa masa depanmu bisa lebih baik. Yang penting, berani melangkah. Karena perubahan tidak datang untuk mereka yang menunggu, tapi untuk mereka yang bergerak.
Selesai


No responses yet