Bukan Motivasi Biasa. Inilah 3 Pesan Pak Yosan Yang Bisa Jadi Kunci Sukses Karir Perhotelanmu!

Ada beberapa hal yang ditanyakan banyak orang tentang HTC MADIUN. Salah satunya adalah siapa orang-orang yang mengajar? Seperti apa profilnya? Seperti apa pengalamannya? Karena sebagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), tentu peran pengajar, instruktur dan praktisi akan sangat menentukan kualitas kompetensi dari para peserta didiknya.

BACA JUGA : TIDAK LES BAHASA INGGRIS, TAPI BISA JADI KERJA RESERVASI HOTEL? KOK BISA SIH..?!


Menjawab hal itu, dalam artikel kali ini HTC Madiun akan memperkenalkan profil salah satu pengajar departemen FB Service bernama Yosan Arbena atau yang akrab disapa dengan sebutan Pak Yosan. Tidak hanya menyampaikan materi yang ada dari dalam modul, Pak Yosan juga membekali para siswa dengan banyak praktikum seputar standar operasional prosedur dalam dunia kerja perhotelan khususnya di departemen kerja FB Service.

BACA JUGA : LULUSAN SMAN 1 NGANJUK INI PUNYA CARA UNIK UNTUK BISA MASUK KERJA PERHOTELAN!!


Perjalanan beliau dimulai dari tahun 2006, saat itu Pak Yosan bekerja sebagai Room Boy di Sarangan Permai Hotel, Madiun. Setahun kemudian, beliau pindah ke Singgasana Hotel di Surabaya sebagai Waiter. Seiring waktu. Karirnya beranjak naik. Pak Yosan melanjutkan pekerjaan ke Bintan Resort. Disana dia bekerja sebagai Sales Assistant & Cashier lalu naik menjadi Assistant Supervisor di Tempo Café sampai akhirnya menjadi Supervisor di Café Piano, Tangerang.


Tapi langkah terbesarnya dimulai ketika ia berani keluar dari zona nyaman. Merantau ke Arab Saudi dan bekerja sebagai Supervisor di Riyadh. Lalu setelah itu, ia menembus level karir internasional yang lebih besar, menjadi kru di kapal pesiar Holland America Line. Di sana beliau bekerja sebagai Waiter, melayani tamu dari berbagai negara, sekaligus mempelajari standar kerja internasional selama bertahun-tahun. Dan kini, karirnya semakin naik dengan bergabung ke perusahaan kapal pesiar Disney Cruises.


BACA JUGA : JANGAN BURU-BURU DAFTAR, PAHAMI DULU NIH INFO PPDB HTC MADIUN 2025-2026.

Kristalisasi perjalanan karir yang sudah dijalaninya bertahun-tahun di dunia perhotelan khususnya di bidang F & B, mulai dari hotel hingga ke kapal pesiar, menjadi landasan ilmu dalam membangun kompetensi para siswa HTC Madiun.


Dalam beberapa kesempatan, Pak Yosan sering menyampaikan bahwa dunia pariwisata itu sebenarnya sangat luas dan banyak memberikan peluang. Karir yang bagus untuk mencari sumber penghasilan, uang atau gaji. Namun beliau juga menyayangkan satu hal yang menjadi kondisi kebanyakan anak muda jaman sekarang alias Gen Z yang kurang serius, “setengah-setengah” dan nggak totalitas dalam belajar. Padahal, sebesar apa pun peluangnya kalau kita kurang serius, ya tentu terasa lebih sulit.


Hal itu dikemukakan Pak Yosan terkait perbedaan mental antara dunia anak muda zaman dulu dan sekarang. Menurutnya, anak zaman sekarang seharusnya jauh lebih beruntung. Informasi tersedia di mana-mana. Ada website, media sosial, konten edukasi gratis, semua bisa diakses dari genggaman. Tidak seperti masa beliau dulu, di mana untuk terhubung ke internet saja harus jalan ke warnet, bayar per jam, bahkan kadang harus antri.

BACA JUGA : MAU KERJA KAPAL PESIAR? BACA DULU TAHAPANNYA BIAR KAMU GAK SALAH PAHAM!!


Ironisnya, ternyata segala kemudahan itu membuat anak-anak jaman sekarang itu jadi cenderung malas dan berbetah-betahan di zona nyaman, padahal menurut Pak Yosan dalam dinamika dunia kerja, tidak ada yang namanya konstan dan stabil, kita harus selalu siap dengan perubahan dan ketidak-nyamanan. Artinya ketika kita terbiasa nyaman, lalu berhadapan dengan kondisi kurang nyaman dan kita kurang bisa beradaptasi, selesai.


BACA JUGA : PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO BOCORKAN KEBUTUHAN 1 JJTA TENAGA KERJA PERHOTLEAN KE EROPA!

Tidak hanya mengamati tanpa memberikan solusi. Pak Yosan mengamanahkan 3 pesan sederhana yang diharapkan bisa menjadi penguat motivasi bagi siapa pun yang ingin membangun karir di dunia perhotelan dan kapal pesiar.


KUASAI BAHASA INGGRIS

Bahasa inggris adalah kunci utama yag tidak bisa ditawar untuk membuka peluang karir internasional. Tidak perlu sempurna, yang penting berani bicara, terus belajar dan konsisten. Hotel berbintang dan kapal pesiar selalu mengutamakan kandidat yang bisa komunikasi dengan baik, terutama yang luwes dalam berbahasa inggris.


PERBANYAK ILMU & JANGAN PERNAH MERASA SUDAH TAU

Dunia perhotelan itu cepat berubah. Ada prosedur baru, standar baru, cara kerja baru. Siapa yang mau terus belajar, dia yang akan naik lebih cepat. Jangan mentok di “yang penting sudah bisa” Mental seperti itu bisa jadi mental yang menghambat perkembangan kita, sikap merasa sudah tau akan menjadi bibit arogansi yang membuat kita merasa tidak butuh saran dan masukan dari orang lain.


JANGAN PERNAH TAKUT MENCOBA

Karena dari mencoba, kita tahu sejauh apa kemampuan kita. Kalau berhasil maka pertahankan dan tingkatkan. Kalau gagal maka evaluasi dan perbaiki. Sederhana, tapi ini mentalitas yang membedakan antara orang yang berhasil dan orang yang gagal. Pak Yosan percaya, setiap orang yang sukses dan berhasil pasti pernah mengalami suka dan duka, bukan karena mereka tidak pernah gagal, namun mereka tidak pernah takut untuk mencoba, berusaha untuk terus bangkit dan tidak pernah berputus-asa.


Penutup

Pesan-pesan Pak Yosan diatas mungkin terdengar klise, tapi kalau benar-benar dipahami, itu bukan sekadar motivasi. Itu peta jalan. Itulah fondasi yang membawa Pak Yosan tetap konsisten membangun integritas dan profesionalisme dalam karirnya yang terus naik dan berkembang. Sebagai kalimat penutup, Pak Yosan menitipkan pesannya untuk kita semua “Kita memang tidak pernah tau masa depan seperti apa, tapi cobalah berpikir seperti pemancing, meskipun dia tau kalau belum tentu dia mendapatkan ikan hari ini, dia sudah menyiapkan wadahnya!”

Categories:

2 Responses

  1. Menginspirasi sekali bwt fresh graduate untuk menggapai mimpi ke Internasional. Berani mengambil resiko untuk masa depan yg lebih baik🤩.

    • Terimakasih kak Novita. Semoga HTC Madiun bisa selalu memberikan konten-konten edukatif lainnya yang bisa menumbu-kembangkan mental dan karakter para generasi penerus agar bisa lebih berilmu, berwawasan dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *